Mengenal kesenian dan kaulinan barudak baduy (sumber foto:indonesia.go.id).

Salah satu unsur penting kebudayaan masyarakat Baduy yang menarik untuk diperkenalkan adalah kesenian. Masyarakat Baduy mengenal berbagai jenis kesenian yang hingga saat ini masih dibudayakan.  Kesenian Baduy biasa ditampilkan pada saat-saat tertentu, seperti pada saat upacara keagamaan, dan acara resepsi pernikahan. Kesenian Baduy misalnya Seni Musik (lagu daerah yang disebut Cikarileu dan Kidung/pantun, yang di gunakan dalam acara pernikahan), serta alat musik Angklung Buhun yang digunakan pada saat menanam padi. Alat musik lainnya yaitu Karinding, Gambang, Suling, Kumbang, Tarawelet, Seni Ukir, Seni Gambar, dan Seni Tarik Suara.

Di samping kesenian, masyarakat Baduy juga memiliki berbagai macam permainan tradisional yang disebut Kaulinan atau Pagawean Barudak. Permainan Baduy atau Kaulinan ini merupakan bagian dari kebudayan yang jarang orang ketahui. Kaulinan Baduy sengaja diciptakan untuk memenuhi kebutuhan rekreasi anak. Hal ini tampaknya, masyarakat Baduy memahami bahwa fase anak-anak adalah fase rekreasi/bermain, maka dari itu mereka memperkenalkan berbagai macam Kaulinan/Pagawean Barudak untuk menunjang kebutuhan anak-anak di Baduy. 

Kaulinan/Pagawean Barudak masyarakat Baduy tersebut diantaranya adalah Kancung, Pitondok, Pikeplok atau Pikepluk, Turub Sumbul, dan Calintu atau Sonari. Permainan dalam pengertian masyarakat baduy berbeda dengan pengertian permainan yang diartikan seperti pada umumnya sesuatu yang main-main atau melakukan pekerjaan tanpa tujuan dan tidak berguna atau hanya untuk bersenang-senang. Bagi masyarakat Baduy Permainan Baduy atau Pagawean Barudak adalah proses transmisi keterampilan (skill training) dalam arti Kaulinan memiliki fungsi misalnya berkaitan dengan menjaga ladang, menebar benih, dan mengusir sepi.

Kebudayan Baduy merupakan kekayaan bangsa yang harus dilindungi, dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Hal ini karena melindungi, melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan bangsa bagian dari memajukan kebudayaan nasional. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, bahwa Pemajuan Kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Adapun yang menjadi objek dalam pemajuan kebudayaan nasional diantaranya adalah kesenian dan permainan rakyat yang dalam konteks Baduy disebut Kaulinan/Pagawean Barudak.

Ditengah peradaban dunia saat ini, banyak orang yang tidak tahu mengenai ragam permainan rakyat zaman dulu. Hal ini salah satunya disebabkan karena tergesernya kebudayaan zaman dulu oleh kebudayaan modern. Dulu anak-anak bermain dengan cara membentuk kelompok, berinterkasi dengan alam dan terjadi komunikasi langsung, tapi semenjak manusia menciptakan teknologi game misalnya (hanphone, dan PlayStation) ragam permainan tradisional tersebut hilang dan ditinggalkan. Akibat dari perubahan ini jelas akan menimbulkan konseksuensi sendiri bagi anak sebagai generasi mendatang diantaranya lunturnya nilai-nilai budaya lokal. 

Pengenalan Kesenian dan Kaulinan dalam masyarakat Baduy penting untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas, karena dalam Kaulinan Baduy memiliki nilai-nilai luhur budaya bangsa yang bisa memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan melestarikan warisan budaya bangsa yang dapat mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia. Kesenian dan Kaulinan Baduy  adalah salah satu contoh model yang dibangun dan dipertahankan terus menerus, sehingga dapat dijadikan pedoman (pikukuh dan pitutur).

Menggagas Festival Seni Budaya dan Kaulinan Baduy

Salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan ialah dengan memperkenalkan melalui berbagai bentuk diantaranya melalui Festival Seni Budaya dan Kaulinan Baduy. Kegiatan semacam ini masih sering dilakukan oleh para pegiat budaya. Hal ini karena kegiatan festival budaya memberikan kontribusi sebagai dasar pertimbangan, pendukung, dan sumbangan pemikiran kepada pengambil keputusan dalam upaya pemajuan kebudayaan nasional.

Kegiatan Festival budaya sangat penting untuk memajukan kebudayaan nasional. Melalui kegiatan festival budaya, seluruh lapisan masyarakaat bukan hanya akan mengetahui kesenian Baduy dalam bentuk tulisan, namun juga mereka akan menyaksikan penampilan kesenian budaya masyarakat Baduy secara langsung dan akan terasa kebersamaannya. Sasaran dari kegiatan ini semacam ini bisa pelajar dan mahasiswa. ***