![]() |
| Sejarah Kecamatan Malingping, Lebak Banten |
Setiap daerah pasti memiliki sejarahnya masing-masing, tak terkecuali Malingping. Malingping merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah selatan Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Kecamatan ini merupakan kecamatan terbesar kedua setelah kecamatan Rangkasbitung. Sebagai daerah yang mendapatkan pengaruh Belanda, menjadikan Malingping sebagai tempat yang memiliki banyak peninggalan sejarah berupa bangunan.
Bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial tersebut diantaranya; Rumah Perhutani, Bangunan SDN 1 Malingping Utara, Kantor Kecamatan Malingping, Rumah Kuno, Benteng Jepang dan Halte Beye.
Mebahasa sejarah Malingping cukup menarik, karena Malingping menjadi wilayah yang cukup berpengaruh bagi berlangsungnya kolonialisme Belanda. Malingping sangat subur pertaniannya, juga pesisir pantai yang mampu menunjang kebutuhan masyarakatnya.
Membahas sejarah Malingping setidaknya ada tiga masa yang menjadi perhatian penulis, yaitu masa Inggris, masa kolonialisme Belanda, hingga terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh masyarakat dan terbunuhnya pamong praja di lebak.
Asal Usul Malingping
Mengenai asal usul nama "Malingping" Juliadi dan Neli Wachyudin, dalam buku berjudul "Sejarah Nama-Nama Tempat Berdasarkan Cerita Rakyat" yang diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten 2014, mengungkapkan dua versi;
Pertama, nama Malingping diambil dari kisah kedatangan pedagang berkebangsaan Cina bernama Ma’Lingping ke tanah Banten, tepatnya di daerah Banten Selatan.
Ma’Lingping melakukan hubungan dagang dengan masyarakat setempat. Ia kemudian membuka lahan untuk dijadikan pemukiman. Pemukiman yang dibukanya ini lambat laun mengalami perkembangan, banyak orang yang datangi untuk berdagang.
Ma'Lingping kemudian meninggal. Ia telah berjasa bagi masyarakat, maka dan untuk mengabadikan namanya tersebut, nama Ma'Lingping kemudian dijadikanlahlah sebagai nama tempat pemukiman penduduk.
Kedua, nama Malingping berasal dari nama seorang ulama bernama Mualim. Masyarakat menyebutnya Mualim yaitu orang yang memiliki kepandaian dalam bidang pengetahuan Agama.
Mualim tersebut menyebarkan agama Islam di Selatan. Ketika Mualim datang kembali, masyarakat setempat kemudian menyebutnya Mualim Sumping.
Menurut versi ini, asal usul Malingping berasal dari dua kata yaitu Mualim dan Sumping. Dalam bahasa Sunda, Sumping artinya datang, jadi Mualim Sumping artinya telah datangnya seorang ahli Agama.
Masa Penjajahan Kolonial Belanda
Inggris pernah menjajah Indonesia, meskipun tidak berlangsung lama. Di Banten, Gubernur Thomas Stamford Raffles membagi Banten ke dalam empat daerah setingkat kabupaten yang dipimpin oleh seorang bupati, yaitu:
- Kabupaten Serang Lor (Banten Utara) dipimpin oleh Sura Manggala.
- Kabupaten Banten Kulon (Banten Barat) dipimpin oleh Tubagus Hayudin.
- Kabupaten Banten Tengah dipimpin oleh Tubagus Ramlan.
- Kabupaten Banten Kidul (Banten Selatan) dipimpin oleh Tumenggung Suradilaga.
.jpg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar